Aceh Utara, 16 Mei 2026 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Malikussaleh melaksanakan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertema “Literasi Ceria Melalui Storytelling” di SDN 12 Dewantara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, memahami bacaan, serta rasa percaya diri siswa dalam berbicara di depan kelas.
Program literasi tersebut dilaksanakan di kelas IV dengan metode yang menyenangkan dan interaktif. Siswa diajak membaca cerita pendek selama 10–15 menit, kemudian diminta menceritakan kembali isi bacaan secara bergantian di depan kelas dengan bimbingan mahasiswa dan guru kelas.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa dalam menyampaikan isi bacaan serta kesulitan memahami inti cerita. Oleh karena itu, metode storytelling dipilih karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Selain membantu meningkatkan kemampuan memahami bacaan, metode ini juga melatih daya ingat, kemampuan berpikir, serta keterampilan berbicara siswa. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika mereka diberikan kesempatan untuk tampil dan menceritakan kembali isi cerita dengan gaya masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap budaya literasi di sekolah, mahasiswa juga membuat mading literasi yang memuat berbagai karya sederhana siswa. Kehadiran mading tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat membaca dan menulis sejak dini.
Melalui program GLS ini, mahasiswa berharap kegiatan literasi seperti storytelling dapat diterapkan secara rutin di sekolah sehingga kemampuan membaca, komunikasi, dan rasa percaya diri siswa terus berkembang secara optimal.