Aceh Utara (16/6/2026) — Sebanyak 28 mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan field trip ke situs Kesultanan Samudra Pasai. Kegiatan tersebut berlangsung pukul 09.00 hingga 14.00 WIB di Desa Beuringen dan Kuta Krueng, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai karakter kemalikussalehan bagi mahasiswa. Melalui kunjungan langsung ke situs sejarah, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami jejak kejayaan Kesultanan Samudra Pasai, tetapi juga mampu meneladani nilai-nilai kepemimpinan, religiusitas, tanggung jawab sosial, kepedulian, serta kecintaan terhadap warisan budaya.
Field trip ini didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, yaitu Syafrizal, S.Si., M.Si., serta dosen pendamping lainnya, yakni Islami Fatwa, Muliani, Riza Andriani, dan Widya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh pemaparan sejarah dari Sukarna dari CISAH pada sesi kunjungan ke Makam Malikussaleh dan Museum Islam Samudra Pasai. Sementara itu, pada kunjungan ke situs Makam Sultanah Nahrasyiah, penjelasan diberikan langsung oleh juru kunci makam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Makam Sultan Malikussaleh. Di lokasi tersebut, mahasiswa menyimak penjelasan mengenai sejarah lahirnya Kesultanan Samudra Pasai, peran Sultan Malikussaleh dalam perkembangan Islam di Nusantara, serta nilai-nilai keteladanan yang dapat diambil dari perjalanan sejarah tersebut. Setelah sesi pemaparan, mahasiswa melaksanakan aksi sosial berupa gotong royong dengan memungut sampah di sekitar kompleks situs.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Islam Samudra Pasai. Di museum tersebut, mahasiswa melihat secara langsung berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kejayaan Samudra Pasai. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perkembangan peradaban Islam, sistem pemerintahan, budaya, serta simbol-simbol kebesaran Kesultanan Samudra Pasai.
Destinasi terakhir dalam rangkaian field trip adalah situs Makam Sultanah Nahrasyiah. Di lokasi ini, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sosok Sultanah Nahrasyiah sebagai sultanah pertama di Samudra Pasai. Mahasiswa juga dikenalkan pada berbagai simbol kebesaran kerajaan yang tercermin melalui bentuk nisan, ornamen, serta nilai historis yang melekat pada situs tersebut.
Dosen pengampu mata kuliah, Syafrizal, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap sejarah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan nilai moral mahasiswa.
“Kegiatan ini tidak hanya sekadar mendalami sejarah, namun juga menjadi bagian dari upaya peningkatan nilai moral mahasiswa melalui aksi sosial gotong royong. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum 1 Muharram ini diharapkan dapat menjadi refleksi diri bagi mahasiswa untuk meneladani nilai-nilai kebaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Syafrizal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai kemalikussalehan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemahaman sejarah, tetapi juga tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan, rasa tanggung jawab terhadap pelestarian situs bersejarah, serta kesadaran untuk menjaga identitas budaya dan peradaban lokal.
Kegiatan field trip ini menjadi pengalaman pembelajaran lapangan yang bermakna bagi mahasiswa. Selain memperkaya wawasan sejarah, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan aksi nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.