Update Informasi Terkini FKIP UNIMAL

Mahasiswa Pendidikan Fisika Unimal Bekali Siswa SMPN 17 Lhokseumawe dengan Mitigasi Bencana dan Pertolongan Pertama

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh Angkatan 2023 melaksanakan kegiatan edukasi mitigasi bencana dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di SMP Negeri 17 Lhokseumawe, Sabtu (8/8/2026). 

IMG 20260809 WA0004

Edukasi Mitigasi Bencana dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat

Selain edukasi mitigasi bencana, mahasiswa juga memberikan pelatihan PPGD untuk mengenalkan tindakan awal ketika terjadi kecelakaan atau kondisi kegawatdaruratan sebelum korban memperoleh penanganan tenaga medis.

Kegiatan yang melibatkan 28 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Manajemen Kebencanaan sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa menghadapi bencana dan kondisi darurat. Kegiatan ini didampingi juga oleh beberapa dosen dari program studi fisika diantaranya Munzir Absa, ST., M.Si selaku ka Prodi Pendidikan Fisika, Syafrizal, M.Si, Riza Andriani, M.Pd, dan Widya M.Pd.

Rangkaian kegiatan meliputi edukasi mitigasi gempa bumi dan banjir, pelatihan PPGD, simulasi pertolongan pertama, kuis edukatif Ranking 1, serta penanaman pohon bersama di lingkungan sekolah.

Dalam sesi mitigasi gempa, siswa diperkenalkan dengan prinsip Drop, Cover, and Hold On, yaitu merunduk, berlindung, dan berpegangan ketika terjadi guncangan. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melindungi kepala dan leher, menjauhi benda yang berpotensi jatuh, serta melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul setelah gempa berhenti. 

Mahasiswa juga mengangkat risiko banjir sebagai salah satu konteks kebencanaan yang dekat dengan kondisi lingkungan SMP Negeri 17 Lhokseumawe. Siswa diajak mengenali potensi bahaya di sekitar sekolah serta memahami tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. 

Kepala SMP Negeri 17 Lhokseumawe, Zainul Fuad Siregar, S.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kebencanaan penting diberikan karena lingkungan sekolah cukup sering menghadapi bencana, terutama banjir.

“Kami sangat antusias dengan kegiatan seperti ini. Sekolah selalu menerima segala bentuk kegiatan yang bertemakan mitigasi bencana karena sekolah kami cukup sering mengalami bencana, terutama banjir. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana,” ujarnya. 

Selain mitigasi bencana, mahasiswa juga memberikan pelatihan PPGD untuk mengenalkan tindakan awal ketika terjadi kecelakaan atau kondisi kegawatdaruratan sebelum korban memperoleh penanganan tenaga medis. Siswa diperkenalkan dengan prinsip dasar pemeriksaan Airway, Breathing, dan Circulation (ABC) serta mengikuti simulasi sederhana penanganan kondisi seperti pingsan dan tersedak. 

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kebencanaan, Syafrizal, S.Si., M.Si., mengatakan kegiatan lapangan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. kegiatan ini penting dilakukan mengingat sejumlah wilayah di Aceh baru-baru saja dilanda bencana banjir pada November 2025. Selain itu, Aceh juga merupakan daerah yang dilalui oleh Patahan Sumatra yang aktif sehingga berpotensi terjadinya gempa bumi. Berbagai bencana tersebut berpotensi terjadi dimasa akan datang. Oleh karena itu pemahaman dan kesadaran mengenai mitigasi bencana perlu ditanamkan dari generasi ke generasi.

“Siswa tidak hanya mendengar teori tentang kebencanaan, tetapi juga memahami langkah-langkah nyata mitigasi bencana dan keterampilan pertolongan pertama. Kami berharap bekal ini dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. 

Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan permainan Ranking 1 yang memuat pertanyaan seputar mitigasi bencana dan pertolongan pertama. Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari siswa. 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon bersama mahasiswa, dosen, guru, dan siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta kesadaran bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Fisika Unimal tidak hanya memperoleh pengalaman menerapkan ilmu kebencanaan di tengah masyarakat, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan edukasi. Bagi siswa, kegiatan diharapkan dapat memperkuat pengetahuan, keterampilan pertolongan pertama, serta budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.